Pekalongan 31 Februari 2024 - Dalam atmosfer yang penuh semangat dan keakraban, Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (SEMA FTIK) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Rakerma dengan tema "Harmoni Visi, Kekompakan Aksi" di Wiradesa, Pekalongan. Acara ini menyajikan keunikan dengan rangkaian kegiatan yang meresapi kebersamaan, kolaborasi, dan inovasi.

Acara diawali dengan momentum spiritual, di mana seluruh peserta bersama-sama membaca Al-Fatihah, menciptakan kesatuan dan keselarasan di antara mereka. Ketua SEMA FTIK kemudian memberikan sambutan mengenai tujuan dan harapan acara, membawa semangat positif kepada seluruh peserta.

Inti dari Rakerma ini menjadi panggung interaktif pembahasan dan diskusi yang intens, membahas serta menetapkan program kerja SEMA FTIK untuk satu periode ke depan. Pembahasan tentang target dan karya yang akan dibuat oleh SEMA FTIK periode 2024 menciptakan inovasi yang melibatkan setiap elemen SEMA FTIK untuk bersinergi mencapai visi bersama.

Acara dilanjutkan dengan sharing session yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Anggota SEMA FTIK berbagi pengalaman dengan para demisioner periode 2018 hingga 2023, sambil bertanya tentang tugas masing-masing komisi kepada mereka. Inisiatif ini menciptakan jembatan pengetahuan dan kekompakan di antara generasi SEMA FTIK.


Acara mencapai puncaknya dengan Quality Time, sebuah sesi yang menggabungkan keakraban dan relaksasi. Sambil menikmati suasana bakar-bakar, makan malam, dan akustik dari Aman Noah, suasana santai menjadi ajang berbagi cerita dan pengalaman antar kolega.

Hari pertama berakhir dengan istirahat, memberikan peserta waktu untuk meresapi dan merenungkan semua yang telah dibahas sepanjang hari. Hari kedua merupakan sesi pembahasan kesepakatan. Kesepakatan terkait KKN/Komitmen, pembuatan dan pembayaran PDH (desain, batas waktu), piket kantor, dan pembagian tugas monitoring menjadi fokus utama diskusi.

Acara Rakerma SEMA FTIK - 2024 ditutup dengan foto bersama yang merefleksikan kebersamaan dan semangat kolaboratif yang telah tercipta, diikuti dengan bersih-bersih tempat demi mempertahankan rasa kebersihan dan keindahan lingkungan.

 

Oleh : Muhammad Nurul Khikam

Editor : Komisi D